Berita

InsPiring

Ragam

Recent Posts

TRAGIS!!, Ikuti Petunjuk GPS, Toyota Yaris Nyemplung ke Danau

01.34.00 Add Comment
Mobil pengemudi wanita di Kanada yang salah mengikuti petunjuk GPS dan tercebur di teluk
KOMPAS.com - Pemandu jalan via GPS tak selalu menjamin pengemudi bakal sampai ke tempat tujuan. Misalnya seperti dalam kasus yang dialami oleh seorang perempuan 23 tahun asal Kanada ini.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Toronto Sun, Senin (16/5/2016), pada suatu malam, minggu lalu, sang wanita yang tak disebut namanya itu sedang mengemudi di daerah Tobermory, pinggir danau Georgian Bay.

Dia memakai GPS lantaran belum familiar dengan jalan-jalan di sana. Malang, karena cuaca ketika itu sedang hujan dan berkabut, si perempuan luput melihat belokan yang seharusnya dilalui.

Dia malah melaju lewat jalan yang salah, menuju arah danau. Sebelum sempat sadar, mobilnya sudah tercebur. Rupanya dia masuk ke dalam sebuah turunan untuk meluncurkan perahu.

“Tempat ini berada di luar jalan dan memang mendadak turun ke air. Dia pasti tidak sadar dan tiba-tiba nyemplung,” ujar seorang polisi setempat.

Beruntung, si pengemudi yang mobilnya tercebur bisa keluar dengan cepat dan berenang ke tepian. Dia tak cedera dan hanya kedinginan karena suhu air sekitar 4 derajat Celsius.

Adapun mobil Toyota Yaris warna merah miliknya tenggelam hingga ke atap dan baru diderek keluar esok paginya. 

Mungkin bukan salah sang pengemudi juga karena cuaca pada waktu kejadian memang menghalangi pandangan sehingga kondisi jalan sulit diamati.
Editor: Reza Wahyudi
Sumbertorontosun.com

Berat, kata Risma terkait Pilkada DKI usai menghadiri rapat terbatas antara Ahok dan Jokowi

07.29.00 Add Comment

AntaraPagi– Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang akrab disapa Risma mengaku tidak sanggup memimpin Provinsi DKI Jakarta. Risma tidak pernah berpikir dan menginginkan bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta, yang akan digelar pada tahun depan.
“Saya tidak pernah berpikir untuk itu,” kata Risma usai menghadiri rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/5).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus mengundang Risma dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena wilayah yang dipimpin kedua tokoh itu menjadi sasaran survei lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) terkait kemudahan berusaha di Indonesia.
Dia mengatakan, dari segi jumlah penduduk Jakarta jauh lebih besar dibandingkan Surabaya. Selain itu, lanjutnya, luas wilayah Kota Surabaya hanya separuh dari Ibu Kota Jakarta.
“Terus terang, Kota Surabaya itu penduduknya hanya seperempat dari total jumlah penduduk di DKI Jakarta. Luas wilayahnya juga separuhnya DKI Jakarta. Jadi, daerah saya kalau dibandingkan dengan DKI, saya itu seperti tiga wali kota. Kan lebih berat dibandingkan saya. Saya wali kota cuma satu,” katanya.Beritasatu.com
baca juga :

Tegas !!!Jokowi Perintahkan Pembangunan Bandara Kulon Progo Jogja Dipercepat


Mendagri Akui Ada Ormas yang Anti-Pancasila dan berlindung di balik Toleransi


Heboh !!! Bupati Purwakarta :Anggota DPR disuruh cepat-cepat jadi Bupati, jadi Gubernur Asal jangan Presiden Kenapa?

Kicauan Tifatul Soal Penyebab Pemerkosaan Yuyun Tuai Kecaman

Cerita Ahok dimarahi ketika Sumbang Masjid berujung sukses Pilkada Belitung


Tegas !!!Jokowi Perintahkan Pembangunan Bandara Kulon Progo Jogja Dipercepat

06.48.00 Add Comment

AntaraPagi- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera dipercepat mengingat, terus terunda sejak direncanakan tahun 2013 silam. Apalagi Jokowi menegaskan, saat ini Bandara Adi Sucipto telah melebihi kapasitas, yaitu melayani 3,5 juta penumpang per tahun dari kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun.
"Pembangunan bandara di Kulon Progo ini sudah direncanakan cukup lama, sudah banyak yang menunggu-nunggu tapi di lapangan kita tahu belum dimulai pengerjaannya," tegas Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/5).
Jokowi ingin mendengar paparan sampai sejauh mana proses pembangunan bandara ini, termasuk kendala yang dihadapi di lapangan. "Kita ingin bergerak cepat menyelesaikan masalah yang ada dalam pembangunan infrastruktur dan kita tidak ingin menunda-nunda lagi," kata dia.
Namun Jokowi mengingatkan bahwa pembangunan bandara tersebut harus memberi nilai tambah pada perekonomian khususnya Yogyakarta.
Sementara dalam perencanaannya kata Presiden, harus matang dan didukung dengan teknologi sehingga bandara itu bisa digunakan hingga 50 tahun ke depan. "Saya ingin agar bandara yang baru ini direncanakan matang. Tentu saja tidak hanya untuk lima atau 10 tahun mendatang, tetapi untuk 30 atau 50 tahun yang akan datang," ujarnya.
Lebih lanjut, Jokowi juga memastikan agar bandara itu terintegrasi dengan moda transportasi lainnnya, seperti bus atau kereta api sehingga mempemudah akses.
Seperti diberitakan, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) sebelumnya mengatakan, pembangunan Bandara Kulon Progo, akan dimulai bulan Mei 2016 ini. Hal itu dipastikan JK usai mengunjungi langsung area yang akan dijadikan bandara, pada awal tahun 2016 lalu.
Ketika itu, Dirut PT Angkasa Pura I melaporkan bahwa ada masalah pendanaan dalam pengadaan lahan, yaitu dalam PMK (Peraturan Menteri Keuangan) untuk pengadaan lahan dibatasi maksimal Rp 1,6 miliar, padahal kebutuhannya mencapai Rp 9,6 miliar.
Masih terkait lahan, dikatakannya, ada pajak penjual (masyarakat) yang nanti akan mempersulit pengadaan lahan. Dalam ketentuan itu disebutkan, lahan untuk pembangunan fasilitas umum negara harus bebas pajak. Namun, karena yang membeli PT Angkasa Pura, maka dipandang lain sehingga dibebankan pajak. Hal itu, dipandang menjadi masalah karena ketika membeli lahan masyarakat, dikenai pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Sementara dilaporkan bahwa area lahan yang sudah tersedia seluas 45 hektare dengan anggaran pembebasan Rp 3,8 triliun dari anggaran awal Rp 1 triliun.
Sedangkan, Kepala BPN Yogyakarta melaporkan bahwa 98 persen lokasi sudah diukur, kecuali, di wilayah WTT Kragon dan Sidorejo. Dengan perincian, lokasi yang sudah diukur seluas 586,5 ha dari total 645 ha. Sementara, lokasi yang belum diukur (200 KK) dan sudah dipasangi patok. Sayangnya patok itu dicabut warga. Dilaporkan juga bahwa pengkajian lahan belum dilakukan karena banyak penolakan dari masyarakat yang belum mendapat ganti rugi.
Seperti diketahui, pembangunan bandara baru di Kulon Progo sempat terhambat karena masalah lahan dan izin yang digugat oleh 49 warga yang terkena dampak pengalihan. Namun, Mahkamah Agung (MA) akhirnya mengabulkan permohonan kasasi Pemda DIY untuk Izin Penetapan Lokasi (IPL) Bandara Internasional di Temon, Kulon Progo dengan putusan tertanggal 23 September 2015.Beritasatu.net
baca juga :

Heboh !!! Bupati Purwakarta :Anggota DPR disuruh cepat-cepat jadi Bupati, jadi Gubernur Asal jangan Presiden Kenapa?

Kicauan Tifatul Soal Penyebab Pemerkosaan Yuyun Tuai Kecaman

Cerita Ahok dimarahi ketika Sumbang Masjid berujung sukses Pilkada Belitung