Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan

Berat, kata Risma terkait Pilkada DKI usai menghadiri rapat terbatas antara Ahok dan Jokowi

07.29.00 Add Comment

AntaraPagi– Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang akrab disapa Risma mengaku tidak sanggup memimpin Provinsi DKI Jakarta. Risma tidak pernah berpikir dan menginginkan bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta, yang akan digelar pada tahun depan.
“Saya tidak pernah berpikir untuk itu,” kata Risma usai menghadiri rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/5).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus mengundang Risma dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena wilayah yang dipimpin kedua tokoh itu menjadi sasaran survei lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) terkait kemudahan berusaha di Indonesia.
Dia mengatakan, dari segi jumlah penduduk Jakarta jauh lebih besar dibandingkan Surabaya. Selain itu, lanjutnya, luas wilayah Kota Surabaya hanya separuh dari Ibu Kota Jakarta.
“Terus terang, Kota Surabaya itu penduduknya hanya seperempat dari total jumlah penduduk di DKI Jakarta. Luas wilayahnya juga separuhnya DKI Jakarta. Jadi, daerah saya kalau dibandingkan dengan DKI, saya itu seperti tiga wali kota. Kan lebih berat dibandingkan saya. Saya wali kota cuma satu,” katanya.Beritasatu.com
baca juga :

Tegas !!!Jokowi Perintahkan Pembangunan Bandara Kulon Progo Jogja Dipercepat


Mendagri Akui Ada Ormas yang Anti-Pancasila dan berlindung di balik Toleransi


Heboh !!! Bupati Purwakarta :Anggota DPR disuruh cepat-cepat jadi Bupati, jadi Gubernur Asal jangan Presiden Kenapa?

Kicauan Tifatul Soal Penyebab Pemerkosaan Yuyun Tuai Kecaman

Cerita Ahok dimarahi ketika Sumbang Masjid berujung sukses Pilkada Belitung


Cerita Lucu Pengantin di Mampang yang Ditinggal Tamu karena Ahok

Cerita Lucu Pengantin di Mampang yang Ditinggal Tamu karena Ahok

02.00.00 Add Comment


AntaraPagi, Pasangan Andika Saputra (28) dan Tuti Lauya (30) tak menyangka pesta pernikahannya di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, bakal didatangi oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kehadiran Ahok di pesta membetot perhatian tamu, bahkan sampai membuat pengantin 'kesepian'.

Setelah menemui pasangan di Tegal Alur, Jakarta Barat, detikcom kemudian menelusuri pasangan lain di Mampang Prapatan yang didatangi Ahok. Pada Minggu (8/6/) kemarin, pasangan Andika dan Tuti menikah di RT 07/02 Jl Mampang Prapatan II Gang Al-mustaqim Jakarta Selatan. Ahok sempat memajang foto saat kondangan.

Andika bercerita, dia memang sengaja mengundang Ahok ke pesta pernikahan berbekal informasi dari rekan dan atasannya di kantor bahwa Ahok kadang menghadiri undangan pernikahan. Wiraswastawan ini mendatangi langsung kantor Balai Kota dan menitipkan undangan pada resepsionis.

"Kata resepsionisnya, 'dari mana, Pak?' Dari warga Mampang, kata saya. (Resepsionis bilang) Oh ya sudah saya terima nanti saya serahin ke Pak Ahok, saya sampaikan," cerita Andika kepada detikcom, Senin (9/5/2016).
Andika dan pasangannya tak memiliki persiapan khusus menyambut Ahok. Mereka menggelar acara dengan seadanya. Tak lama, beberapa jam sebelum acara, ada karangan bunga dari sang gubernur. Awalnya, dia menduga, Ahok tak akan datang, ternyata sebaliknya.

"Pertama sih kirain bercanda. Teman saya bilang ada Pak Ahok datang. Saya bilang ah yang benar? Masih pada cuek di dalam. Pak Ahok datang sekitar pukul 17.00 WIB sore. Ternyata emang benar Pak Ahok yang datang," ceritanya penuh semangat.
Ahok sore itu mengenakan baju batik cokelat. Dia didampingi ajudan. Saat di pelaminan, Ahok memberikan selamat sambil menyebut nama pasangan pengantin. Andika bangga bukan main, disebut namanya oleh gubernur, seolah sudah kenal lama.

"Selamat Tuti dan Dika (menirukan ucapan Ahok). Dia langsung hafal namanya," ucapnya sambil tertawa.

"Ya bangga sih, senang. Kan nikah itu seumur hidup sekali. Terus didatengin sama Bapak Gubernur. Senang banget," paparnya.

Ahok berada di acara pernikahan selama 15-20 menitan. Dia sempat mencicipi bakso dan minum air mineral. Sesekali, Ahok ngobrol dengan warga seputar permasalahan di daerah masing-masing. Ahok memberikan amplop berisi uang Rp 2 juta dan kartu nama dan ucapan menikah.
Ada satu momen menarik yang paling diingat Andika dan istrinya. Saat itu, Ahok berfoto di pelaminan bersama keluarga, namun ada warga lain yang ingin ikut berfoto. Akhirnya, Ahok mengajak warga berfoto di luar arena pernikahan.

"Pas Pak Ahok pindah ke bawah, (warga) pada ikut pindah ngerubutin Pak Ahok, Pak Gubernur diikutin warga. Nah pas udah keluar pada bubar semua, di pelaminan tinggal berdua, saya sama istri. Di dalam tenda jadi sepi (hahaha) sampai tukang foto, kamera di luar semua. Jadi pengantinnya kalah pamor," tambah Andika sambil tertawa. Detik.com
baca juga :



Cerita Ahok dimarahi ketika Sumbang Masjid berujung sukses Pilkada Belitung

20.25.00 Add Comment

AntaraPagi-Minggu (8/5/2016) kemarin, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meletakan batu pertama pembangunan Gedung GPIB Jemaat Petra di Jalan Jampea, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bagunan tersebut akan menjadi gedung gereja lima  lantai senilai Rp 18 miliar.
Pada saat itu Ahok menyatakan kesediaannya untuk ikut menyumbang dana, meskipun dia menolak menyebut jumlahnya. Ketika memberikan sambutan, Ahok lalu bercerita pengalamannya menyumbang pembangunan sebuah masjid di Belitung, Provinsi Bangka Belitung,
Ketika itu, dia masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur yang penduduknya 93 persen Muslim. Ahok mengatakan, saat itu tidak terpikir olehnya bahwa ia suatu saat bisa menjadi bupati di Belitung Timur.
"Waktu saya jadi anggota DPRD, enggak mungkin saya bisa jadi bupati karena waktu itu pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Secara logika tidak mungkin saya jadi bupati," ujar Ahok.
DPRD Belitung Timur saat itu dikuasai Partai Bulan Bintang (PBB). Ahok yang berasal dari kelompok minoritas tidak mungkin punya kesempatan dipilih oleh anggota DPRD untuk menjadi bupati.
Ahok bercerita bahwa ada sebuah masjid rusak di dekat rumahnya. Setiap Ahok pergi ke kantor, dia selalu melihat masjid tersebut. Kebetulan dia mengenal pengurus masjid dan warga sekitar.
Pengurus masjid itu pun bercerita kepada Ahok. Mereka merasa telah ditipu oleh politisi, soalnya mereka sudah pernah dijanjikan akan dibuatkan masjid pada masa kampanye. Namun, sampai saat itu masjid tersebut tidak diperbaiki.
Ahok memberi solusi dengan mengajarkan konsep pembiayaan di gereja. Kata Ahok, semua jemaah masjid harus menyumbang untuk membangun masjid itu.
"Saya bilang saya ikut urunan juga. Jadi yang sumbang paling besar di sini berapa, saya ikut sumbang sebesar itu. Saya sumbang Rp 2 juta per bulan akhirnya," ujar Ahok.
Dimarahi
Tindakan Ahok yang membantu pembangunan masjid justru dikritik kerabatnya. Alasannya, sumbangan Ahok untuk gereja tidak sebesar untuk masjid.
"Wah kurang ajar nih orang. Saya bilang saya bantu karena saya lewati terus, saya mau selesaikan ini masjid. Wah dia ngocehmacam-macam," ujar Ahok.
Tanpa disangka, pembangunan masjid itu justru menjadi salah satu hal yang membantu Ahok saat pemilihan bupati. Saat Ahok mencalonkan diri sebagai bupati, pemilihan dilakukan secara langsung, bukan lagi melalui DPRD. Warga yang pernah dibantu Ahok tidak lupa. Dukungan mereka membuat Ahok menang.
Sebenarnya, saat menyumbang, Ahok tidak berpikir soal pemilihan bupati. Pemilihan baru berlangsung lima tahun setelah dia menyumbang. Dia yakin warga sudah lupa dengan dirinya. 
"Pas (saat menyumbang) itu saya enggak kepikiran buat jadi bupati. Bicara pemilu yang masih lima tahun lagi kelamaan juga. Orang sudah lupa sama saya. Tapi saya hanya berpikir ada orang ingin ibadah kenapa kita tidak bantu selesaikan rumah ibadahnya," ujar Ahok.Kompas.com

Kepada Djarot, Taufik: Tolong Bilang ke Ahok, Dia Belum Jadi Calon Gubernur

06.23.00 Add Comment

AntaraPagi- Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta,M Taufik mengatakan bahwa hingga saat ini, belum ada satupun calon gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung di Pilgub.
Menurut Taufik, penetapan menjadi calon gubernur pada saat KPUD telah melakukan verifikasi syarat pencalonan dan syarat calon
"Tolong bilangin ke temen Pak Djarot itu si Ahok, dia belum jadi calon gubernur, jadi jangan kepedean dulu," jelasnya kepada Djarot di Rakerda DPD Gerindra, Jakarta, Minggu (8/5/2016).
Taufik menjelaskan sebagai mantan komisioner KPU Daerah, untuk pengumpulan dukungan KTP, sangat mudah dilakukan oleh siapapun termasuk oleh calon anggota DPD RI pada saat pemilihan legislatif.
"Gampang satu juta dukungan aja. Pergi aja ke Pramuka situ, tinggal bikin sendiri, fotokopi sendiri. Itu modus lama anggota DPD," ungkapnya.
Dia mengatakan bahwa meskipun Ahok sudah memutuskan untuk melalui jalur independen, banyak hal yang perlu dilalui dan belum tentu akan lolos menjadi calon gubernur jika banyak KTP yang merupakan hasil dari toko percetakan.Tribunnews.com
baca juga :

Disebut akan Lepas Dukungan ke Ahok, Ongen: Emang Kura-kura Ninja

Menteri Sosial Khofifah Kembali Didukung Pimpin Muslimat NU

waduh,kasihan !!! Sering di periksa KPK, M Taufik di doakan teman separtainya





Disebut akan Lepas Dukungan ke Ahok, Ongen: Emang Kura-kura Ninja

03.06.00 Add Comment


AntaraPagi - Ketua DPD Partai Hanura Mohamad Sangaji alias Ongen membantah pernyataan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik yang mengatakan Hanura bakal meninggalkan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 nanti. Hal ini disampaikan Ongen saat hadir di acara Rapat Kerja Daerah Partai Gerindra DKI.
"Kan kita diundang dalam rapat kerja Pak Taufik, Kita kan nggak mungkin berubah (dukungan). Mana ada Ongen suka berubah emang kita kura-kura ninja, pindah-pindah, itu kan becandaan Pak Taufik saja," ujar Ongen di Gedung Joeang, Jakarta Pusat, Minggu (8/5/2016).
Ketua Fraksi Partai Hanura di DPRD DKI Jakarta itu yakin partai yang diketuai oleh Wiranto akan setia mendukung Ahok dan Calon Wakilnya Heru Budi Hartono di pesta demokrasi di Jakarta tahun depan.
"Ya namanya Hanura nggak pernah berubah. Mana ada haluan berubah-ubah emang kura-kura ninja," katanya sambil tertawa.
Ongen tampak kurang senang ketika ditanya Hanura DKI akan bermain dua kaki di Pilgub DKI 2017 mendatang.
"Mana ada sejarah saya dua kaki tiga kaki, nggak pernah. Saya satu kaki nggak pernah berubah," jelas anggota DPRD DKI itu.
Sebelumnya, saat memberikan kata sambutan di Rakerda Gerindra DKI, Taufik berharap kepada partai politik yang saat ini telah mendukung Ahok-Heru untuk mempertimbangkan kembali keputusannya tersebut.
"Saya ingatkan kawan saya Nasdem dan Hanura, Insya Allah lah kalau Pak Ongen, Hanura di ujungya bakalan bareng-bareng sama kita," kata Taufik.
Sejauh ini, kata Taufik, Gerindra sudah menjalin komunikasi politik hampir ke sejumlah partai. Hanya saja, hal ini belum dilakukan ke Partai Hanura dan Nasdem yang sudah menyatakan terang-terangan mendukung Ahok-Heru di Pilgub DKI 2017.
"Kita yang belum komunikasi dengan Hanura dan Nasdem. Insya Allah pada titik tertentu Hanura berubah juga, yakin itu. Karenanya saya pada kesempatan ini sampaikan, Partai Gerindra ggak ada kata lain kalau kita bersatu kita jadi pemenang," jelasnya.Suara.com
baca juga :

Menteri Sosial Khofifah Kembali Didukung Pimpin Muslimat NU

waduh,kasihan !!! Sering di periksa KPK, M Taufik di doakan teman separtainya



Ide cerdas !!! Ini Langkah Ahok Agar Kasus Pemerkosaan Anak Tak Terjadi di Jakarta

01.00.00 Add Comment

AntaraPagi: Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Poernama (Ahok) mengatakan telah mengantisipasi agar kasus pemerkosaan anak tak terjadi di Jakarta. Antisipasi tersebut dilakukan dengan membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di sejumlah titik di DKI Jakarta.

"Di Jakarta, kita berusaha semua orang itu saling kenal. Kita ingin orang saling memperhatikan dan memperdulikan. Salah satu wujudnya makanya kita membangun RPTRA," kata Ahok usai meresmikan GPIB Jemaat Petra, Jalan Jampea Raya, Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (8/5/2016).

Selain dibangunnya RPTRA, kata Ahok, pemerintah provinsi juga akan membuat pos pengaduan dinamakan clue. Jadi masyarakat bisa melakukan pengaduan jika merasakan bahaya di suatu tempat. Kemudian, Satpol PP akan ditugaskan ke daerah tersebut untuk berjaga-jaga.


"Dan kita juga membangun di dalam clue kamu juga bisa melaporkan kalau ada merasa bahaya. Jadi kalau kamu jalan lewat mana, terus merasa ada was-was atau bahaya kamu bisa lapor di clue. Sehingga nanti clue, akan kami kirim Satpol PP supaya kita bisa lihat, daerah mana yang agak kelihatannya orang takut," jelas dia.

Menurutnya, upaya pemprov DKI ini dapat berjalan jika ada partisipasi dari masyarakat. Masyarakat seharusnya dapat pro aktif melaporkan daerah-daerah mana sajayang rawan kejahatan.

"Nah kalau di Jakarta, partisipasi masyarakat itu dibutuhkan itu makanya kita membangun banyak tempat seperti RPTRA," ujar dia.

Sementara itu, mengomentarai aksi kemanusiaan beberapa warga di acara Car Free Day (CFD) tadi pagi atas kasus YY, Ahok menambahkan, dirinya tidak melarangnya kalau kegiatan itu hanya untuk mengekspresikan keresahan masyarakat. "Saya kira kalau selama hanya untuk mengekspresikan masyakarat ya kita tidak larang juga untuk seperti itu," ucapnya.

Pagi tadi, aksi solidaritas untuk YY, korban pemerkosaan dan pembunuhan 14 pemuda di Bengkulu digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Pantauan di lapangan, spanduk sepanjang 300 meter dibentangkan saat CFD di Bundaran HI. Masyarakat berbondong-bondong membubuhkan tanda tangan mereka. hal tersebut sebagai simbol kepedulian dan keprihatinan atas apa yang menimpa YY dan korban kekerasan seksual lainnya.

YY, gadis berusia 14 tahun dipemerkosa dan dibunuh 14 pelaku. Kejadian berawal saat 14 pelaku berpesta minuman keras jenis tuak.

ABG berusia 14 tahun asal Bengkulu yang baru pulang dan masih mengenakan seragam SMP melintas di area para pelaku yang sedang bermabuk-mabukan tersebut. Melihat ABG itu melintas, para pelaku langsung memerkosa dan membunuh serta membuang jasadnya ke jurang sedalam lima meter.

YY bukan lah satu-satunya anak perempuan yang harus menemui ajal akibat kekerasan. Data Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyebutkan, tahun lalu ada 321.752 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, 2.399 di antaranya merupakan kasus perkosaan.

Sementara itu, kasus kekerasan pada anak hingga Agustus 2015 sebanyak 1.726 kasus, 58 persen di antaranya kasus pelecehan seksual.

Kasus menyita perhatian publik, Presiden Joko Widodo bahkan berharap pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Jokowi menegaskan, perempuan dan anak harus dilindungi dari kekerasan. Presiden Joko Widodo menginginkan pelaku dihukum berat

Sementara itu, Menteri Kesejahteraan Sosial Khofifah Indar Parawansa menilai hukuman maksimal harus dijatuhkan pada 14 pelaku. Pelaku harus mendapat efek jera melalui hukuman.

Tak hanya pemerintah, berbagai LSM dan kelompok antikekerasan terhadap perempuan dan anak ikut bergerak. Berbagai aksi mereka lakukan. Desakan pemberian hukuman mati atau pidana seumur hidup mulai kencang. Polda Bengkulu yang membawahi kepolisian yang menangani kasus ini dituntut fokus menangani kasus ini.
Metrotvnews.com
baca juga :

di Saat yang lain libur panjang inilah yang dilakukan Ahok ke warganya

Ini lima sosok muslim pertama yang duduki kursi pemerintahan Barat