Tampilkan postingan dengan label Pilkada DKI 2017. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada DKI 2017. Tampilkan semua postingan

Berat, kata Risma terkait Pilkada DKI usai menghadiri rapat terbatas antara Ahok dan Jokowi

07.29.00 Add Comment

AntaraPagi– Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang akrab disapa Risma mengaku tidak sanggup memimpin Provinsi DKI Jakarta. Risma tidak pernah berpikir dan menginginkan bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta, yang akan digelar pada tahun depan.
“Saya tidak pernah berpikir untuk itu,” kata Risma usai menghadiri rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/5).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus mengundang Risma dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena wilayah yang dipimpin kedua tokoh itu menjadi sasaran survei lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) terkait kemudahan berusaha di Indonesia.
Dia mengatakan, dari segi jumlah penduduk Jakarta jauh lebih besar dibandingkan Surabaya. Selain itu, lanjutnya, luas wilayah Kota Surabaya hanya separuh dari Ibu Kota Jakarta.
“Terus terang, Kota Surabaya itu penduduknya hanya seperempat dari total jumlah penduduk di DKI Jakarta. Luas wilayahnya juga separuhnya DKI Jakarta. Jadi, daerah saya kalau dibandingkan dengan DKI, saya itu seperti tiga wali kota. Kan lebih berat dibandingkan saya. Saya wali kota cuma satu,” katanya.Beritasatu.com
baca juga :

Tegas !!!Jokowi Perintahkan Pembangunan Bandara Kulon Progo Jogja Dipercepat


Mendagri Akui Ada Ormas yang Anti-Pancasila dan berlindung di balik Toleransi


Heboh !!! Bupati Purwakarta :Anggota DPR disuruh cepat-cepat jadi Bupati, jadi Gubernur Asal jangan Presiden Kenapa?

Kicauan Tifatul Soal Penyebab Pemerkosaan Yuyun Tuai Kecaman

Cerita Ahok dimarahi ketika Sumbang Masjid berujung sukses Pilkada Belitung


Ditanya soal Pilgub DKI inilah jawaban nyleneh Ust Yusuf Mansur

18.15.00 Add Comment

AntaraPagi, Ustaz kondang Yusuf Mansyur belum juga buka bicara soal isu pencalonan dirinya dalam pemilihan Gubernur DKI 2017. Dia tak menampik, tak pula membenarkan isu tersebut. Saat ditanya kedekatannya dengan dunia politik, dia hanya tertawa sambil menjawab dengannyeleneh.

"Tunggu nanti undangan ane (soal politik). Jadi deh pokoknya, jadi ke mana juga enggak tahu dah," kata Yusuf di Masjid Istiqlal, Kamis (5/5/2016).

Sejauh ini, isu keterlibatannya dalam politik direspons bermacam dari pihak keluarga maupun jemaahnya. Bahkan, sambung dia, tak sedikit dari mereka yang takut dirinya berubah setelah terjun ke dunia politik.


"Ada yang ngeri, ada yang senang, ada yang takut saya berubah. Saya bilang saya belum jadi anggota Avanger gimana mau berubah?" ucap dia sambil tertawa.

Beberapa waktu terakhir, Yusuf gencar membicarakan soal masalah di Ibu Kota. Dia berbicara panjang lebar terkait fasilitas umum seperti pendidikan, kesehatan sampai dengan reklamasi.

Terlebih kemarin juga Ustaz Yusuf sempat mendatangi rumah bakal calon gubernur DKI, Yusril Ihza Mahendra pada tengah malam. Keduanya berbicara soal ekonomi syariah yang punya potensi digalakkan di Jakarta.

Saat menjadi pembicara dalam diskusi 'Mencari Gubernur yang Ideal untuk Jakarta' bulan lalu, Yusuf menuangkan ide uniknya soal atasi kemacetan di Ibu Kota. Ia mengusulkan, seluruh murid sekolah diasramakan.

Yusuf bilang, tak hanya di jakarta, Indonesia pun bisa menerapkan kebijakan tersebut. Sebab, sistem asrama sudah banyak digunakan di pesantren-pesantren. Jika tak ada lahan yang memadai, Pemprov DKI bisa memanfaatkan rumah warga di sekitar sekolah.

"Sederhana, kalau sekolah siswa libur kan enggak macet, maka sebagai pemangku wilayah (harusnya) meminta SD, SMP, SMA enggak usah pulang, jadi asrama," kata Yusuf di Jalan Matraman Dalam I, Jakarta Pusat, Kamis 21 April 2016 lalu.

Ia menambahkan, dengan sistem asrama, banyak masalah sosial lainnya yang dapat ditekan, misalnya tawuran. "Bukan hanya Jakarta terbantukan macetnya, tapi juga zero tawuran, zero balapan, zero nongkrong," ungkap Yusuf.Metrotvnews.com

Baca juga :

.